Sel. Agu 4th, 2026

Syukuran Nelayan Cisolok ke-29 Meriah, Tradisi Syukur Perkuat Kebersamaan dan Majukan Perikanan Sukabumi

SUKABUMI, Topik Berita – Ribuan masyarakat memeriahkan Syukuran Nelayan Cisolok ke-29 yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pajagan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (24/6/2026). Tradisi tahunan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan sekaligus momentum memperkuat kebersamaan di kawasan pesisir.

Selain menjadi agenda budaya yang terus dilestarikan, Syukuran Nelayan Cisolok juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, pelaku perikanan, dan pemerintah dalam membangun sektor kelautan dan perikanan yang lebih maju.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Menurutnya, tradisi Syukuran Nelayan tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat solidaritas antarnelayan serta membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, pemerintah dapat bertemu langsung dengan masyarakat nelayan, mendengarkan berbagai masukan, sekaligus memperkuat sinergi dalam upaya memajukan sektor perikanan di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Sri Padmoko berharap tradisi tersebut terus dilestarikan sebagai sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan semangat para nelayan, sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Hal senada disampaikan Camat Cisolok, Okih Fazri. Ia menilai Syukuran Nelayan Cisolok tahun ini berlangsung sukses berkat kolaborasi panitia, relawan, donatur, masyarakat, dan berbagai pihak yang turut berpartisipasi.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi dalam mendukung kesejahteraan dan keselamatan nelayan sekaligus menjaga semangat gotong royong masyarakat pesisir.

“Kegiatan ini bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung kemajuan dan kesejahteraan nelayan di wilayah Kecamatan Cisolok,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi, Dede Ola, menegaskan bahwa Syukuran Nelayan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan melalui hasil laut.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat spiritualitas masyarakat, mengembangkan kreativitas generasi muda melalui berbagai perlombaan dan pertunjukan seni, serta menjaga kelestarian budaya lokal tanpa mengesampingkan nilai-nilai keagamaan.

“Budaya harus tetap terawat, tetapi akidah juga harus terjaga. Keduanya dapat berjalan beriringan apabila dilaksanakan secara bijaksana,” ungkap Dede Ola.

Rangkaian Syukuran Nelayan Cisolok ke-29 tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan budaya, keagamaan, hiburan rakyat, serta aktivitas yang melibatkan masyarakat pesisir. Pemerintah berharap tradisi tersebut terus menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, sekaligus penggerak pembangunan sektor perikanan dan pariwisata bahari di Kabupaten Sukabumi.

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *