Sen. Agu 3rd, 2026

Bupati Sukabumi Instruksikan Penanganan Darurat Pascakebakaran Kampung Adat Ciptamulya, Kerugian Capai Rp2,5 Miliar

SUKABUMI, Topik Berita  – Bupati Sukabumi Asep Japar menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk segera melakukan penanganan darurat pascakebakaran hebat yang melanda Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sabtu (25/7/2026) siang.

Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu menghanguskan puluhan rumah warga dan sejumlah lumbung padi (leuit). Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperkirakan nilai kerugian sementara mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Saat meninjau langsung lokasi kejadian, Bupati Asep Japar menegaskan pemerintah daerah akan segera menggelar rapat koordinasi bersama seluruh instansi terkait untuk mempercepat penanganan para korban.

“Besok pagi kami akan menggelar rapat bersama seluruh instansi terkait. Insya Allah akan dilakukan penanganan tanggap darurat,” ujar Asep Japar di lokasi kebakaran.

Berdasarkan data sementara, kebakaran berdampak terhadap sekitar 70 kepala keluarga atau lebih dari 420 jiwa. Mayoritas warga kini mengungsi di rumah kerabat dan tetangga karena rumah-rumah tradisional berbahan bambu dengan atap ijuk habis dilalap api.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga mulai menyalurkan bantuan logistik guna memenuhi kebutuhan dasar para penyintas. Selain itu, pemerintah menyiapkan dapur umum agar kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi.

“Untuk malam ini makanan sudah dipersiapkan. Besok dapur umum akan segera dioperasikan,” kata Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Japar turut menyerahkan bantuan secara langsung kepada para korban sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak bencana.

Sementara itu, Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Api pertama kali diketahui oleh sejumlah anak-anak di area MCK umum yang berada di tepi permukiman.

Menurut Kuswan, api diduga berasal dari korsleting listrik di area MCK. Tiupan angin serta kondisi rumah adat yang berdempetan dan beratap ijuk membuat kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan lainnya.

“Diduga kuat sumber api berasal dari korsleting listrik di area MCK. Karena mayoritas rumah beratap ijuk dan berdempetan, api dengan cepat merambat ke bangunan lain,” ujarnya.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Saat ini BPBD bersama Dinas Sosial tengah menyiapkan tenda pengungsian, sementara warga masih mengungsi di rumah keluarga dan tetangga.

Petugas juga terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah rumah yang terdampak serta menghitung nilai kerugian secara menyeluruh, termasuk kerusakan pada persediaan padi di sejumlah leuit milik warga Kampung Adat Ciptamulya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi memastikan penanganan darurat akan terus dilakukan hingga seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi dan proses pemulihan pascakebakaran dapat segera berjalan.

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *