Ming. Mar 29th, 2026

Sekjen SEMMI Jabar Sesalkan Kericuhan Aksi Tolak RUU TNI, Desak DPR Bertanggung Jawab

SEMMI
Sekretaris Jenderal Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Jawa Barat, Muhammad Aji Nur Iman

Bandung, TOPIK BERITA – Sekretaris Jenderal Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Jawa Barat dengan tegas menyayangkan dan menyesalkan terjadinya kericuhan di berbagai daerah saat aksi penolakan RUU TNI. Ia menilai bahwa gejolak yang muncul adalah akibat dari kelalaian DPR RI dalam proses perancangan undang-undang yang dilakukan secara terburu-buru dan tertutup.

Menurutnya, DPR telah mengesampingkan aspek partisipasi publik dengan tidak melibatkan akademisi, tokoh masyarakat, serta elemen-elemen sipil lainnya dalam penyusunan RUU. Padahal, keterbukaan dalam proses legislasi adalah kunci utama untuk menghindari polemik dan resistensi di tengah masyarakat.

“DPR harus bertanggung jawab atas kekisruhan yang terjadi hari ini. Semua ini terjadi karena ada tahapan administratif yang mereka abaikan. Bagaimana bisa sebuah undang-undang yang akan berdampak luas bagi masyarakat dirancang tanpa melibatkan mereka yang akan terkena dampaknya?” tegas Sekjen SEMMI Jabar.

Ia juga mendesak DPR untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam perencanaan undang-undang di masa mendatang. Menurutnya, kejadian ini harus menjadi pelajaran penting agar proses legislasi berjalan lebih demokratis, transparan, dan mengakomodasi aspirasi rakyat.

“Jangan ada lagi undang-undang yang dibuat di ruang-ruang tertutup tanpa melibatkan rakyat. Jangan ada lagi kebijakan yang menimbulkan perlawanan karena dibuat tanpa mendengar suara mereka yang paling terdampak,” tambahnya.

Aksi penolakan RUU TNI di berbagai daerah berakhir dengan bentrokan yang menyebabkan korban luka serta ketegangan antara massa aksi dan aparat keamanan. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebijakan yang dipaksakan tanpa dialog hanya akan memicu perlawanan dan memperburuk situasi sosial di negeri ini.

Kini, harapan tertuju pada DPR agar dapat menunjukkan itikad baiknya dengan membuka ruang diskusi yang lebih inklusif, demi mencegah gejolak serupa di masa depan. @Redaksi

 

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *