Ming. Mar 29th, 2026

Peringatan HUT ke-155 Kabupaten Sukabumi, Gubernur Tekankan Pembangunan Berbasis Ekologi

SUKABUMI, Topik Berita  – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Jadi ke-155 Kabupaten Sukabumi Tahun 2025 melalui Rapat Paripurna DPRD yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/9/2025).

Rapat paripurna tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, unsur Forkopimda, Forkopimcam, serta perwakilan masyarakat dari berbagai elemen.

Paripurna diawali dengan pembacaan sejarah Kabupaten Sukabumi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Boyke Martadinata, yang mengulas perjalanan panjang Sukabumi sejak berdiri hingga saat ini.

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah yang telah dicapai sepanjang tahun terakhir. Pemerintah daerah, kata Bupati, terus menggulirkan program prioritas di berbagai sektor strategis.

Beberapa program tersebut meliputi beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an, layanan kesehatan gratis, pemberdayaan pemuda dan perempuan, penguatan UMKM, pembangunan rumah layak huni, serta peningkatan infrastruktur strategis di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, Bupati juga menyoroti keberhasilan sektor pariwisata. Geopark Ciletuh Palabuhanratu kembali mempertahankan status Green Card UNESCO Global Geopark, sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap komitmen Sukabumi dalam konservasi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

“Semua capaian ini bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kebersamaan antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat,” tegas Bupati Asep Japar.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi dalam pidatonya menekankan pentingnya pembangunan berbasis ekologi sebagai fondasi pembangunan jangka panjang di Kabupaten Sukabumi.

Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mengembangkan reboisasi bambu sebagai solusi konstruksi ramah lingkungan sekaligus identitas arsitektur daerah.

“Jangan hanya terpaku pada kayu. Sukabumi memiliki potensi besar menjadi pusat desain berbahan bambu. Infrastruktur jalan, air bersih, tata ruang, hingga kawasan pantai harus dibangun dengan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.

Gubernur juga menilai Sukabumi memiliki peluang besar dalam pengembangan industri kopi, khususnya jika dikolaborasikan dengan Kabupaten Cianjur yang telah dikenal sebagai daerah penghasil kopi berkualitas.

Menurutnya, pembangunan harus menempatkan alam sebagai bagian dari kehidupan, bukan sekadar objek eksploitasi.

“Mengurus alam bukan berarti melarat. Justru dari sanalah jalan menuju kesejahteraan,” katanya.

Gubernur berharap, peringatan HUT ke-155 Kabupaten Sukabumi menjadi momentum strategis untuk meneguhkan Sukabumi sebagai daerah yang maju secara ekonomi, lestari secara lingkungan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum evaluasi dan penguatan kolaborasi pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, tema peringatan “Tandang Sukabumi keur Jabar Istimewa nu Mubarakah” mencerminkan semangat Sukabumi untuk menatap masa depan yang lebih sejahtera di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pariwisata.

“Capaian pembangunan Kabupaten Sukabumi harus terus dilanjutkan demi keberlangsungan pembangunan Sukabumi yang mubarakah,” pungkasnya.

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *