Rab. Feb 11th, 2026

Menembus Kabut Demi Bakti: Kisah Perjuangan Tim S3 Gelar Khitanan Massal di Pelosok Warungkiara

Ketua S3 Mayor ARM Nanda Supriatna ke dua dari kiri, saat berbiincang dengan tokoh masyarakat Kampung Cibendi. Foto : Riza Fahlevi

Liputan : Riza Fahlevi, Editor : Redaksi

Sukabumi, TOPIK BERITA – Minggu Pagi 20 April 2025, layar ponsel Android menunjukkan pukul 06.00. Di luar jendela, sinar matahari masih tertutup kabut tipis dan rintik hujan yang setia mengguyur sejak malam sebelumnya. Kawasan Jalan Lingkar Selatan Cipanegah, Kota Sukabumi, terlihat lengang. Namun di balik keheningan, dua mobil dari tim Santun Khitan Sukabumi telah bersiap untuk sebuah misi sosial.

Dipimpin oleh komunitas Serdadu Sadulur Sukabumi atau yang akrab dikenal dengan S3, tim khitan gratis ini kembali beraksi setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa. Tujuannya jelas: memenuhi permintaan warga untuk menggelar khitanan massal gratis di Kampung Cibandi, Desa Bantar Kalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.

Rintangan Akses dan Mahal Ongkos Transportasi

Permintaan ini bukan tanpa alasan. Di daerah tersebut, fasilitas transportasi umum hampir tidak tersedia. Untuk mengantar anak ke klinik khitan di kota, warga harus menyewa mobil bak terbuka dengan tarif yang bisa mencapai Rp400.000. Angka yang tidak mudah dipenuhi, terutama oleh keluarga prasejahtera.

“Warga sangat berharap bisa mendapatkan layanan khitan gratis di kampung mereka sendiri. Kami merasa terpanggil untuk hadir,” ujar Mayor ARM Nanda Supriatna, Ketua S3.

Medan Berat Tak Menghalangi Langkah

Berbekal peta dari Google Maps, perjalanan dimulai. Meskipun jaraknya hanya 1,5 km dari titik kumpul, realitanya jauh lebih menantang. Jalanan desa yang berlubang, terjal, dan licin akibat hujan membuat laju kendaraan tersendat. Tim harus melintasi jembatan sempit sepanjang 50 meter yang hanya cukup dilewati satu mobil.

Namun, semua tantangan itu terbayar lunas saat tiba di lokasi. Senyum hangat warga dan panitia dari DKM Masjid Jami Nurul Huda menyambut dengan penuh kehangatan. Tanpa menunggu lama, kegiatan pun dimulai.

23 Anak, Satu Harapan

Sebanyak 23 anak laki-laki, didampingi orang tua mereka, telah menunggu sejak dini hari di aula Madrasah Nurul Insan. Usai sambutan pembuka, doa dipimpin oleh Ustadz Jejen Somantri mengiringi prosesi khitan yang dilakukan secara bergantian oleh tim medis dari Santun Khitan.

Selain layanan medis, edukasi tentang perawatan sebelum dan sesudah khitan disampaikan oleh Eka Purnama, AMK. Tak hanya itu, anak-anak juga mendapatkan paket obat-obatan dan layanan konsultasi pasca-khitan sebagai bentuk komitmen tim terhadap kesehatan peserta.

Apresiasi dan Harapan

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Dirman Sudirman, anggota DPD Desa Bantar Kalong, mengucapkan terima kasih dan rasa syukurnya atas kegiatan yang digelar oleh tim S3.

“Kami sangat terbantu. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus menjangkau kampung-kampung lain yang juga membutuhkan,” ungkapnya.

Empat Tahun Berbakti, S3 Terus Bergerak

Program khitan massal gratis ini merupakan bagian dari pengabdian rutin yang sudah dijalankan oleh komunitas S3 selama empat tahun terakhir. Mereka menyasar daerah-daerah dengan keterbatasan akses dan ekonomi, menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan kepedulian sosial.

“Desa seperti Bantar Kalong ini yang patut diprioritaskan. Kami akan terus hadir di mana pun kami dibutuhkan,” tutup Mayor Nanda.


Akhir Kata: Bakti Tak Pernah Mengenal Cuaca

Di tengah kabut, hujan, dan jalan berbatu, semangat sosial tak pernah padam. Tim S3 menunjukkan bahwa bantuan bisa hadir meski akses sulit dijangkau. Karena bagi mereka, bakti tak perlu alasan—cukup satu panggilan: kemanusiaan.

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *