Reporter : Riza Fahlevi
Kota Sukabumi, TOPIC BERITA – Ketua PC PMII Kota Sukabumi, Bahrul Ulum, mengkritik keras dugaan intervensi Karang Taruna Kota Sukabumi dalam pembentukan Koperasi Merah Putih di tiap kelurahan. Ia menilai, campur tangan tersebut bisa merusak prinsip koperasi yang berbasis pada partisipasi dan keanggotaan masyarakat.
“Jika pembentukan koperasi dilakukan secara top-down dan sarat kepentingan, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan. Koperasi bisa disalahartikan sebagai alat politik, bukan sarana ekonomi rakyat,” ujar Bahrul kepadaartaan saat diminta komentar Minggu, 11 Mei 2025.
Menurutnya, koperasi sejatinya menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat secara inklusif dan demokratis. Karena itu, ia meminta proses pembentukan Koperasi Merah Putih dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Transparansi dan partisipasi publik adalah kunci. Pemerintah dan Karang Taruna harus menjamin bahwa koperasi ini benar-benar untuk kepentingan rakyat, bukan agenda kelompok tertentu,” tambahnya.
PMII Kota Sukabumi menyerukan agar semua pihak mengawal proses ini dengan prinsip keadilan dan akuntabilitas. Pembentukan koperasi, tegas Bahrul, harus berpihak kepada rakyat dan tidak boleh mengorbankan nilai-nilai demokrasi ekonomi.
