Sen. Mar 16th, 2026

Bupati Sukabumi Dampingi Kunjungan Kerja Menko PM, Fokus Percepatan Pemulihan dan Ketahanan Bencana

SUKABUMI, Topik Berita – Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Wakil Bupati Andreas mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM)  Muhaimin Iskandar dalam kunjungan kerja ke Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kamis (27/11/2025).

Kunjungan kerja tersebut difokuskan pada percepatan pemulihan pascabencana serta pembangunan ketahanan bencana melalui skema Pelindungan Sosial Adaptif (PSA) dan penguatan pemberdayaan masyarakat.

Dalam agenda tersebut, pemerintah memastikan penanganan bagi warga terdampak bencana longsor di Kecamatan Cisolok. Sebanyak 10 unit rumah di Desa Sukarame dan 5 unit rumah di Desa Wangunsari akan dibangun untuk menggantikan hunian warga yang rusak akibat bencana alam beberapa waktu lalu.

Menko PM  Muhaimin Iskandar menjelaskan bahwa pemerintah kini mengadopsi pendekatan Pelindungan Sosial Adaptif sebagai fondasi baru dalam mitigasi, penanganan, dan pemulihan bencana. Pendekatan ini dirancang agar masyarakat terdampak dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

“Pelindungan Sosial Adaptif merupakan antisipasi komprehensif yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk mendeteksi kerawanan bencana sejak dini,” ujar Muhaimin Iskandar.

Menko menegaskan komitmennya untuk terus memperluas cakupan PSA, termasuk meningkatkan manfaat bantuan sosial bagi wilayah terdampak bencana.

“PSA memastikan seluruh kebutuhan warga tertangani, mulai dari perlindungan sosial, kepemilikan identitas kependudukan, hingga bantuan iuran dan layanan pendukung lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko juga menyoroti pentingnya pendataan administrasi kependudukan. Dari hasil pendataan, tercatat 202 keluarga terdampak bencana belum memiliki dokumen kependudukan, sementara Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi syarat utama untuk mengakses bantuan sosial, layanan kesehatan, dan pemulihan ekonomi.

“Negara wajib mempermudah akses layanan masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana. Karena itu, perencanaan pembangunan harus berbasis mitigasi di semua level pemerintahan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan bahwa pembangunan rumah bagi korban bencana mendapat dukungan dari DPR RI serta sejumlah pihak perbankan, sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong lintas sektor.

“Ini adalah wujud solidaritas dan kebersamaan. Mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menangani pemulihan pascabencana,” ujar Bupati.

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi. Ia menargetkan pembangunan rumah dapat rampung dalam waktu satu hingga dua bulan.

“Insya Allah, dalam satu sampai dua bulan pembangunan rumah bagi warga terdampak bisa selesai,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon mahoni dan sengon secara simbolis oleh Menko PM bersama Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, anggota DPR RI, DPRD, serta pemangku kepentingan lainnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan belasan unit rumah bagi warga terdampak bencana.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis, antara lain pembangunan 15 unit rumah lengkap dengan sambungan listrik dan air bersih, renovasi 38 rumah, perbaikan akses jalan, bantuan bibit pohon mahoni dan sengon, 769 unit bronjong, serta 1.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak.

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *