Sel. Agu 4th, 2026

Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 Meriah, Bupati Sukabumi Ajak Jaga Laut dan Lestarikan Budaya untuk Generasi Mendatang

SUKABUMI, Topik Berita – Ribuan masyarakat memadati Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu, pada puncak peringatan Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66, Kamis (21/5/2026). Tradisi tahunan masyarakat pesisir tersebut berlangsung meriah dengan arak-arakan budaya yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil laut sekaligus komitmen menjaga warisan budaya maritim Kabupaten Sukabumi.

Arak-arakan budaya dimulai dari Pendopo Palabuhanratu menuju Alun-alun Gadobangkong. Bupati Sukabumi H. Asep Japar memimpin langsung prosesi tersebut didampingi Wakil Bupati H. Andreas, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Arfian.

Dalam sambutannya, Bupati H. Asep Japar menegaskan bahwa Hari Nelayan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi telah berkembang menjadi agenda budaya yang mampu mengangkat potensi pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.

Menurutnya, pelestarian tradisi Hari Nelayan harus terus dijaga karena menjadi identitas masyarakat Palabuhanratu sekaligus daya tarik wisata yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku usaha dan nelayan.

“Melalui peringatan Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 ini, kami berharap budaya dan adat istiadat laut tetap lestari, masyarakat semakin sejahtera, dan para nelayan memperoleh hasil tangkapan yang melimpah,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan laut dan mencegah pencemaran lingkungan. Upaya tersebut dinilai penting agar ekosistem laut tetap terpelihara, sumber daya perikanan berkelanjutan, serta hasil tangkapan nelayan tetap melimpah bagi generasi penerus di Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Arfian, menyampaikan bahwa Hari Nelayan Nasional memiliki makna lebih dari sekadar perayaan budaya. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat pesisir atas anugerah hasil laut yang diberikan Tuhan.

Ia menilai setiap nelayan yang berlayar membawa harapan bagi keluarganya. Karena itu, menjaga kelestarian laut menjadi tanggung jawab bersama agar sumber penghidupan masyarakat pesisir tetap terjamin di masa mendatang.

Ketua Panitia Hari Nelayan Nasional, Pepen Supendi, mengatakan peringatan Hari Nelayan merupakan warisan budaya leluhur yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang tinggi. Ia mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan sehingga berlangsung aman, tertib, dan meriah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, aparat keamanan, para sponsor, seluruh panitia, dan masyarakat Palabuhanratu yang bersama-sama menjaga kondusivitas selama pelaksanaan acara,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi melalui Koordinator Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Budaya, Nandang Herawan, mengusulkan agar hasil tangkapan nelayan lokal dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan nelayan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui pemanfaatan produk perikanan lokal yang berkualitas.

Peringatan Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 kembali menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, perlindungan ekosistem laut, pengembangan sektor pariwisata, dan peningkatan kesejahteraan nelayan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *