Sel. Agu 4th, 2026

Bupati Asep Japar Tegaskan Ciemas Jadi Penopang Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI, Topik Berita – Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan Kecamatan Ciemas merupakan salah satu kawasan strategis yang menjadi penopang swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Gerakan Panen Padi bersama unsur Forkopimda di lahan pertanian Kelompok Tani Nanjung Tani, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Senin (25/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, serta Dinas Pertanian yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas sektor pertanian hingga mengantarkan Kabupaten Sukabumi meraih penghargaan dari Presiden RI sebagai peringkat kedua sektor pertanian nasional.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan seluruh kelompok tani. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ujar Asep Japar.

Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat sektor pertanian agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah pemasaran hasil panen.

Menurutnya, keberadaan koperasi akan memberikan kepastian harga bagi petani sehingga mereka tidak lagi bergantung pada sistem ijon maupun menjual gabah dengan harga rendah kepada tengkulak.

“Jika koperasi sudah berjalan, petani dapat menjual hasil panennya dengan harga yang layak. Hasil pertanian Sukabumi harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan tidak terus keluar daerah,” tegasnya.

Asep Japar juga menekankan bahwa produksi beras dari Kecamatan Ciemas diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal, termasuk menjadi pemasok utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi.

“Kami ingin kebutuhan beras untuk dapur MBG dipenuhi dari hasil panen petani Sukabumi, bukan dari daerah lain,” katanya.

Selain membahas produksi pangan, Bupati menyoroti pentingnya pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi sebagai faktor utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Ia mengajak masyarakat ikut mengawasi kondisi saluran irigasi agar pemerintah dapat segera melakukan perbaikan.

“Kalau ada saluran irigasi yang rusak, laporkan dan dokumentasikan. Dengan begitu pemerintah bisa segera mengambil langkah perbaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menjelaskan kawasan Gapoktan Nanjung Tani di Kecamatan Ciemas memiliki luas lahan baku sawah sekitar 492 hektare, dengan sekitar 200 hektare sedang memasuki masa panen.

Ia menyebut produktivitas padi di Kecamatan Ciemas mencapai rata-rata 6,2 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan rata-rata produksi Kabupaten Sukabumi yang berada di angka 5,2 ton per hektare.

“Ciemas merupakan salah satu sentra pangan utama yang memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” jelas Aep.

Meski demikian, pihaknya masih menghadapi tantangan pada tingkat rendemen gabah yang saat ini berada di kisaran 48 persen. Untuk mengatasinya, Dinas Pertanian terus mendorong penggunaan benih unggul, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien.

Aep menambahkan, Dinas Pertanian saat ini menjalankan program Sangkuriang (Swasembada Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan) sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah ancaman perubahan iklim dan alih fungsi lahan.

“Target kami adalah menjadikan sektor pertanian tetap sebagai leading sector perekonomian Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi bersama Forkopimda juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Desa Tamanjaya sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *