SUKABUMI, Topik Berita – Wakil Bupati Sukabumi Andreas menghadiri Panen Raya Tanaman Sorgum sekaligus Pengiriman Perdana Biomassa Sorgum Dust untuk kebutuhan program co-firing di PLTU Palabuhanratu. Kegiatan berlangsung di Perkebunan Sorgum Cilegok, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kamis (18/6/2026).
Momentum tersebut menjadi tonggak awal pengembangan sorgum sebagai sumber energi terbarukan di Kabupaten Sukabumi melalui kolaborasi antara pemerintah, PLN Indonesia Power, dunia usaha, dan para petani.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Andreas menegaskan bahwa pengembangan sorgum sebagai biomassa merupakan terobosan strategis yang tidak hanya mendukung transisi energi berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan industri besar di Kabupaten Sukabumi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, salah satunya melalui kemitraan dengan petani lokal dalam penyediaan bahan baku biomassa.
“Program ini menjadi contoh bagaimana sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini memiliki nilai ekonomi. Sorgum dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi petani sekaligus mendukung kebutuhan energi PLTU,” ujar H. Andreas.
Wakil Bupati mengungkapkan, kebutuhan biomassa untuk mendukung program co-firing di PLTU Palabuhanratu mencapai sekitar 1.400 ton per bulan. Kebutuhan tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi petani Sukabumi untuk terlibat dalam rantai pasok energi baru terbarukan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.
Ia berharap pengembangan budidaya sorgum terus diperluas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Sementara itu, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Jabar II Palabuhanratu, Bowo Pramono, menjelaskan bahwa program budidaya sorgum telah dimulai sejak tahun 2025, mulai dari proses penanaman hingga panen raya perdana yang dilaksanakan tahun ini.
Menurutnya, tanaman sorgum memiliki masa panen yang relatif singkat, sekitar tiga bulan, sehingga sangat potensial menjadi sumber biomassa berkelanjutan untuk kebutuhan co-firing pembangkit listrik.
“Panen raya dan pengiriman perdana ini menjadi langkah awal penguatan rantai pasok biomassa berbasis masyarakat sekaligus bentuk komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung transisi energi menuju Net Zero Emission,” kata Bowo Pramono.
Direktur Utama PT Berkah Inti Daya (BID), Eko Satrio Pramono, menambahkan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, PLN Indonesia Power, sektor swasta, dan petani dalam menghadirkan solusi energi yang ramah lingkungan.
Selain menjadi bahan baku energi terbarukan, menurutnya sorgum juga memiliki potensi besar sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi karena mampu tumbuh di berbagai kondisi lahan serta dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif.
Ke depan, PT Berkah Inti Daya berkomitmen meningkatkan produktivitas budidaya sorgum, memperluas kemitraan dengan petani, serta memperkuat rantai pasok biomassa agar manfaat ekonomi dan lingkungan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Sukabumi.
