Sen. Agu 3rd, 2026

Pemkab Sukabumi Siapkan Transisi Rehabilitasi Pascakebakaran Ciptamulya, Status Tanggap Darurat Segera Dievaluasi

SUKABUMI, Topik Berita – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai menyiapkan transisi penanganan bencana menuju tahap rehabilitasi dan pemulihan di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok. Langkah tersebut dilakukan seiring berakhirnya masa tanggap darurat pada Jumat (31/7/2026) dan membaiknya kondisi para penyintas.

Persiapan transisi itu dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di lokasi bencana dengan melibatkan Forkopimcam Cisolok, BPBD Kabupaten Sukabumi, BPBD Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Desa Sirnaresmi, panitia lokal, serta para relawan.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar target penanganan darurat telah tercapai. Berdasarkan hasil tersebut, Forkopimcam Cisolok merekomendasikan agar status tanggap darurat tidak diperpanjang.

“Dari hasil rapat koordinasi, kami menyampaikan rekomendasi kepada BPBD Kabupaten Sukabumi agar status tanggap darurat dapat diakhiri. Sebanyak 27 indikator yang menjadi syarat pencabutan status tersebut telah terpenuhi,” ujar Okih.

Meski demikian, keputusan resmi mengenai pencabutan status tanggap darurat tetap menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui BPBD. Hasil evaluasi akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi tingkat kabupaten sebelum keputusan akhir ditetapkan.

“Hasil evaluasi ini akan dibawa ke rapat koordinasi tingkat kabupaten sebagai dasar pengambilan keputusan mengenai status tanggap darurat,” katanya.

Sebagian Besar Penyintas Telah Kembali ke Rumah

Perkembangan positif juga terlihat di lokasi pengungsian. Sebagian besar tenda darurat telah dibongkar setelah banyak warga kembali ke rumah masing-masing atau memilih tinggal sementara bersama keluarga dan kerabat.

Saat ini, hanya tersisa 12 kepala keluarga yang masih menempati area pengungsian. Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pendampingan untuk menentukan penanganan terbaik dengan mengutamakan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan para penyintas.

“Tenda pengungsian sebagian sudah dibongkar. Tinggal 12 kepala keluarga yang masih berada di lokasi. Kami akan menentukan apakah mereka tetap di pengungsian sementara atau dipindahkan ke rumah kerabat dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka,” jelas Okih.

Tenda Pengungsian Dimanfaatkan untuk Layanan PAUD

Selain berfungsi sebagai tempat penampungan sementara, sejumlah tenda yang masih berdiri akan dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Langkah ini dilakukan agar layanan pendidikan bagi anak-anak di Kampung Adat Ciptamulya tetap berjalan selama proses pemulihan berlangsung.

Pemerintah Kecamatan Cisolok memastikan penanganan pascabencana akan terus berlanjut meskipun status tanggap darurat nantinya resmi dicabut. Fokus pemerintah akan bergeser pada rehabilitasi rumah warga, pemulihan kehidupan sosial masyarakat, penyediaan layanan dasar, serta percepatan pemulihan agar aktivitas masyarakat di Kampung Adat Ciptamulya kembali normal secepat mungkin.

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *