SUKABUMI, Topik Berita – Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk pertama kalinya menggelar Lomba Pukul Bedug Bupati Cup 2026 sebagai upaya melestarikan tradisi dulag yang sarat nilai budaya dan keagamaan. Kegiatan ini berlangsung meriah di Alun-alun Palabuhanratu, Jumat (20/3/2026), dan dibuka langsung oleh Asep Japar.
Ajang ini menjadi momentum penting dalam menjaga warisan budaya Sunda yang berpadu erat dengan syiar Islam. Sebanyak enam kecamatan terbaik tampil di babak final tingkat kabupaten, yakni Cisaat, Cireunghas, Kalapanunggal, Palabuhanratu, Nagrak, dan Kebonpedes, setelah melalui seleksi ketat dari 47 kecamatan.
Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar menegaskan bahwa lomba dulag bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk nyata kepedulian dalam merawat budaya lokal.
“Tradisi dulag merupakan warisan leluhur yang menyatu dengan syiar Islam, mulai dari penanda waktu berbuka puasa hingga gema takbir Idulfitri. Karena itu, tradisi ini harus terus kita jaga,” tegasnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan tradisi ngadulag di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.
“Kita ingin generasi muda tetap ngamumule budaya Sunda agar tidak tergerus zaman,” ujarnya.
Menurut Bupati, irama bedug yang dimainkan secara rampak mencerminkan kekompakan, gotong royong, serta keharmonisan masyarakat Sukabumi. Oleh karena itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari syiar Islam yang hidup dalam budaya lokal.
Ia pun mengingatkan bahwa lomba ini harus menjadi ajang mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
“Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah kebersamaan dalam menyambut Idulfitri dengan hati yang bersih,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman, menjelaskan bahwa Bupati Cup 2026 merupakan lomba bedug pertama di tingkat kabupaten.
“Ini menjadi awal yang baik. Kami berharap ke depan bisa dikembangkan menjadi Festival Dulag yang lebih besar pada 2027,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses seleksi peserta dimulai dari pengiriman video penampilan dari masing-masing kecamatan yang kemudian dinilai oleh dewan juri hingga terpilih enam finalis terbaik.
Menurutnya, lomba ini merupakan bagian dari rangkaian Muhibbah Ramadan 2026 yang bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus mendukung visi Sukabumi Mubarakah.
“Selain lomba dulag, kami juga menggelar berbagai kegiatan sosial seperti pembagian bantuan, paket umrah, dan program lainnya,” tambahnya.
Dalam perlombaan tersebut, setiap tim terdiri dari lima orang yang menampilkan kolaborasi dua bedug, dua kokol, dan satu vokal. Penilaian meliputi kreativitas, kekompakan, keharmonisan, serta kekuatan unsur takbir sebagai ruh utama pertunjukan.
Pembukaan lomba ditandai dengan pemukulan bedug bersama oleh Bupati, Sekretaris Daerah, dan unsur Forkopimda.
Adapun hasil akhir lomba, Kecamatan Gunungguruh berhasil meraih juara pertama, disusul Kalapanunggal di posisi kedua dan Cireunghas di posisi ketiga. Sementara juara harapan diraih oleh Palabuhanratu, Cisaat, dan Nagrak.
Dengan digelarnya Bupati Cup untuk pertama kalinya, pemerintah berharap tradisi ngadulag tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dicintai generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya dan syiar Islam di Kabupaten Sukabumi.
