Jum. Mar 13th, 2026
Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Sukabumi dan Jajaran Guru menggelar acara Buka bersama dengan Ika Smanti dan perwakilan perusahaan Negeri Sakura Liana Segrus Co. Ltd, Jumat 13/03/2026

Sukabumi, Topik Berita.com — Bulan suci Ramadhan selalu membawa cerita tentang keberkahan. Tahun ini, keberkahan itu juga dirasakan keluarga besar SMAN 3 Kota Sukabumi (SMANTI). Melalui inisiatif para alumni, terbuka peluang baru bagi para lulusan sekolah tersebut untuk meniti karier di Negeri Sakura, Jepang.

Program bertajuk “Smanti Go To Japan” ini digagas oleh Ikatan Alumni SMAN 3 Sukabumi (IKA SMANTI) sebagai bagian dari program sosial “Nyaah Ka Adi”—sebuah gerakan alumni untuk membantu dan membimbing adik-adik kelasnya meraih masa depan yang lebih baik.

Ketua IKA SMANTI, Novel Fajar, mengungkapkan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan Jepang Liana Segrus Co. Ltd yang membuka peluang kerja bagi lulusan SMAN 3 yang berminat langsung bekerja setelah lulus.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian alumni kepada adik-adik kelasnya agar memiliki peluang karier lebih luas, termasuk bekerja di luar negeri. Alhamdulillah, kesempatan ini difasilitasi oleh salah seorang alumni yang telah sukses menjalin kerja sama dengan perusahaan Jepang tersebut,” ujar Novel dalam acara silaturahmi pengurus IKA SMANTI, Jumat (13/3/2026).

Acara yang berlangsung di sebuah restoran di kawasan Kenari, Kota Sukabumi itu juga diisi dengan kegiatan berbagi berkah Ramadhan bersama masyarakat.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Kota Sukabumi, Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd, menyambut positif inisiatif para alumni tersebut. Menurutnya, program ini menjadi harapan baru bagi para siswa, khususnya lulusan yang ingin langsung memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

“Bagi sekolah, ini tentu menjadi peluang dan semangat baru bagi para siswa. Kami akan segera melakukan rapat internal untuk membahas serta menindaklanjuti kemungkinan kerja sama ini,” kata Dudung.

Ia menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan pihak sekolah adalah mengidentifikasi siswa kelas XII yang memiliki minat bekerja ke Jepang. Selanjutnya, sosialisasi juga akan dilakukan kepada siswa kelas X dan XI sebagai persiapan sejak dini.

Tak hanya membahas peluang kerja internasional, kegiatan silaturahmi tersebut juga diisi dengan aksi sosial di bulan suci Ramadhan. IKA SMANTI menyalurkan 125 paket bantuan berupa sembako dan uang tunai bagi fakir miskin dan dhuafa, serta 20 paket sembako dan santunan bagi anak yatim piatu.

Kegiatan yang dimulai sejak sore hari itu dihadiri jajaran pengurus IKA SMANTI, sejumlah guru SMAN 3 Sukabumi, serta perwakilan dari Liana Segrus Co. Ltd.

Acara juga sekaligus menjadi penutupan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Bagi keluarga besar SMANTI, program ini bukan sekadar membuka peluang kerja ke luar negeri, tetapi juga menjadi bukti bahwa jejaring alumni mampu menjadi jembatan masa depan bagi generasi berikutnya.

By Redaksi

Related Post

Terima Aspirasi Guru PPPK Paruh Waktu, Bupati Sukabumi Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Pendidik SUKABUMI – Bupati Sukabumi H. Asep Japar menerima dan berdialog langsung dengan para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berstatus PPPK Paruh Waktu di GOR Pemuda Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/1/2026). Dalam forum tersebut, para pendidik menyampaikan berbagai aspirasi terkait kesejahteraan dan kepastian status kerja. Para guru PPPK Paruh Waktu menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari kenaikan gaji, perubahan status dari paruh waktu menjadi penuh waktu, hingga jaminan kepesertaan BPJS Kesehatan. Aspirasi tersebut disampaikan secara terbuka dan diterima secara langsung oleh Bupati Sukabumi. Bupati H. Asep Japar menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan para guru, mengingat peran strategis pendidik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Aspirasi para guru ini akan terus kami perjuangkan,” tegas Bupati. Sebagai langkah konkret, Bupati mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk melakukan koordinasi intensif serta memperjuangkan aspirasi guru PPPK Paruh Waktu kepada pihak-pihak terkait, termasuk di tingkat provinsi. Menurut Bupati, dialog terbuka dan komunikasi yang berkelanjutan menjadi kunci dalam melahirkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Sukabumi. “Kami berharap upaya ini dapat menghasilkan solusi yang adil dan memberikan kepastian bagi para guru yang telah berkontribusi besar bagi dunia pendidikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *