Rab. Feb 11th, 2026

Festival Tunas Bahasa Ibu, Sekda Bangga Warga Sukabumi Terus Lestarikan Bahasa Sunda

SUKABUMI, Topik Berita – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengungkapkan rasa bangganya terhadap masyarakat Sukabumi yang masih aktif menggunakan Bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi langkah penting dalam melestarikan sekaligus mengenalkan Bahasa Sunda kepada generasi muda.

Hal itu disampaikan Sekda saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu jenjang SD dan SMP Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Pondok Pesantren Modern Al-Umana, Kecamatan Gunungguruh, Kamis (18/9/2025).

“Masih banyak masyarakat yang melestarikan Bahasa Sunda. Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu ini menjadi salah satu hal yang membuat saya bangga,” ujar Ade Suryaman dalam sambutannya.

Sekda menegaskan, bahasa daerah harus terus dijaga dan diajarkan sejak dini, agar tetap hidup dan digunakan sebagai bahasa sehari-hari oleh generasi penerus.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para guru dan semua pihak yang telah melatih serta mendidik generasi muda untuk mencintai bahasa daerah,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pelestarian Bahasa Sunda dapat dilakukan melalui berbagai bentuk ekspresi, seperti puisi, cerita pendek, menulis aksara Sunda, dan karya sastra lainnya. Bahkan, kegiatan tersebut dapat dikemas dalam bentuk perlombaan seperti yang dilaksanakan pada Festival Tunas Bahasa Ibu.

“Selain melestarikan Bahasa Sunda, kegiatan ini juga menjadi ajang prestasi bagi peserta didik melalui lomba puisi, carita pondok, menulis aksara Sunda, dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Khusyairin, menambahkan bahwa Bahasa Sunda merupakan kekayaan budaya yang harus diwariskan dari generasi ke generasi. Menurutnya, Bahasa Sunda bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga jati diri masyarakat Sunda.

“Festival ini menjadi wujud nyata upaya melestarikan Basa Sunda, agar semakin banyak masyarakat yang mencintai dan menggunakannya,” ujarnya.

Khusyairin pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama ngamumulè atau merawat Bahasa Sunda, sehingga tetap lestari dan digunakan secara berkelanjutan.

“Kita semua memiliki kewajiban untuk ngamumulè Bahasa Sunda. Semoga kegiatan ini menjadi jalan untuk terus melestarikannya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga melaksanakan penyerahan penghargaan dan apresiasi kepada peserta dan pihak terkait sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu.

 

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *