Jum. Sep 4th, 2026

SUKABUMI, Topik Berita – Upaya mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat terus diperkuat. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026).

Bimtek tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas teknis dan manajerial dalam penerapan strategi Pembudayaan Hidup Sehat secara terpadu di Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan melibatkan sejumlah unsur lintas sektor, mulai dari Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Diskominfosan, pengelola program di tingkat Puskesmas, hingga mitra swasta.

Pelibatan berbagai sektor tersebut dinilai penting karena pembangunan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Perubahan perilaku masyarakat membutuhkan dukungan berbagai pihak dan keterlibatan aktif masyarakat.

Dinkes: Perubahan Perilaku Tak Bisa Instan

Ketua Tim Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Cecep Marwan, mengatakan peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan medis.

Menurutnya, perubahan perilaku menjadi bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu dan pendampingan yang berkelanjutan.

“Perubahan perilaku masyarakat bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dalam waktu singkat. Melalui kegiatan pendampingan ini, kami berharap pelaksanaan PHS tidak hanya berorientasi pada tercapainya target administrasi semata, tetapi benar-benar mampu mendorong perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup,” ujarnya.

Bidik Pencegahan Diabetes, Hipertensi dan Stroke

Pembudayaan hidup sehat juga diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk diabetes, hipertensi, dan stroke.

Sejumlah faktor perilaku menjadi perhatian dalam pencegahan PTM, di antaranya kurangnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi sayur dan buah, serta kebiasaan merokok.

Karena itu, penguatan perilaku hidup sehat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga tempat kerja.

Peserta Dapat Pendampingan Teknis

Dalam Bimtek tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai situasi dan kondisi kesehatan di tingkat kabupaten/kota, tata kelola pembudayaan hidup sehat pada berbagai tatanan masyarakat, serta penguatan regulasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di tingkat daerah.

Pembahasan juga mencakup survei perilaku hidup sehat tahun 2026, termasuk identifikasi berbagai hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan program di Puskesmas.

Peserta juga memperoleh pendampingan teknis mengenai penerapan perilaku hidup sehat di sejumlah lingkungan, seperti rumah tangga, satuan pendidikan, serta tempat kerja, baik sektor formal maupun informal.

Hasil Bimtek selanjutnya diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun langkah perbaikan pelaksanaan PHS sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

PHS Diperkuat Lewat Posyandu hingga STBM

Pelaksanaan Pembudayaan Hidup Sehat akan diperkuat melalui integrasi dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan.

Program tersebut antara lain Posyandu, Germas, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta berbagai program promotif dan preventif lainnya.

Melalui koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, Pembudayaan Hidup Sehat di Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat secara konsisten, baik di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, tempat kerja, maupun lingkungan masyarakat.

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *