Ming. Agu 16th, 2026
Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh pada 15 Agustus 2026 berakhir ricuh. Nampak Seorang Warga Menurunkan Bendera Merah Putih, Kemudian Mengibarkan Bendera Bulan Bintang Aceh. Kemudian TNI Menaikan Kembali Bendera Merah Putih

BANDA ACEH, Topik Berita – Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh pada 15 Agustus 2026 berakhir ricuh. Insiden tersebut memicu sorotan terhadap cara aparat menangani massa, terutama setelah terdengar tembakan ke udara saat terjadi ketegangan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

KontraS Aceh menilai kericuhan itu tidak bisa dilihat sebagai persoalan keamanan semata. Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, menyebut aksi massa juga mencerminkan kekecewaan yang menumpuk, termasuk terhadap penanganan pemulihan pascabencana di Aceh.

Menurutnya, negara semestinya membaca keresahan tersebut melalui dialog, bukan hanya dengan pendekatan keamanan. Ia menilai penggunaan tembakan ke udara justru berisiko membuka kembali ingatan buruk masyarakat Aceh terhadap kekerasan pada masa konflik.

“Respons aparat dengan tembakan ke udara hanya akan mengembalikan Aceh pada trauma masa lalu,” kata Azharul.

KontraS juga mendorong aparat mengedepankan langkah persuasif dan dialogis dalam menghadapi ekspresi masyarakat. Kekecewaan warga, menurut lembaga tersebut, perlu didengar agar tidak berkembang menjadi konflik baru.

Kericuhan terjadi ketika massa berupaya mengibarkan bendera Bulan Bintang dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh. Aparat kemudian melakukan tindakan pengamanan hingga situasi memanas dan terjadi benturan. Sejumlah laporan menyebut aparat melepaskan tembakan ke udara dan gas air mata.

KontraS meminta pemerintah tidak berhenti pada penanganan kericuhan. Pemerintah dinilai perlu membuka ruang dialog dan mengevaluasi perjalanan perdamaian Aceh, termasuk persoalan pemulihan pascabencana, hak asasi manusia, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi KontraS, Hari Damai Aceh seharusnya menjadi momentum merawat perdamaian, bukan membuka kembali luka lama.

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *